DILEMA NASIONALISME DALAM ISLAM

Saya Tergelitik untuk ikut mengangkat tema Nasionalisme ini kedalam tulisan saya. Ada beberapa faktor yang membuat saya menuliskannya, faktor terbesar adalah karena bagi mereka yang berpikiran radikal menyebut Negara Indonesia sebagai THOGUT yang adalah sesuatu yang disembah atau ditaati selain Allah Swt. Jadi jika kita mengabaikan hukum Allah, dan memilih hukum selain-Nya, maka hukum tersebut disebut hukum Thogut.

Allah Swt mengharamkan umat Islam patuh pada hukum Thogut.

“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu.  Mereka hendak berhakim kepada Thoghut, padahal mereka telah diperintah mengkufuri Thoghut itu.”(QS. 4:60)

Faktor lainnya adalah karena disebutkan doktrin oleh mereka adalah Pancasila termasuk jahiliah, Nasionalisme Jahiliah. Tentu bagi orang seperti saya yang cinta Negara dan memiliki rasa Nasionalisme dan Patriotisme sangat keberatan denan munculnya paham radikl yang akan menggantikan Negara Indonesia. Mari kita simak :
OLEH :
EKO HIDAYAT
ASPA 2
Basa-basi
Nasinoalisme merupakan sebuah faham yang berkembang dewasa ini. Faham ini bertujuan untuk membentuk pribadi manusia yang cinta terhadap tanah airnya. Manusai yang membela dan menjaga tanah airnya dari berbagai macam bahaya. Sejatinya orang-orang dari eropa sana lah yang mengembangkan dan mengenalkan konsep nasionalisme ini. Walau demikian bukan berarti umat islam tidak memiliki semangat nasionalisme, akan tetapi banyak pertentangan di dunia islam terkait semangat nasionalisme ini. Bagi mereka penganut faham islam ortodoks atau islam fundamentalis faham ini di tentang lebih ekstrim lagi penganutnya diberi label kafir dan fahamnya di cap sesat. Tapi tidak untuk mereka yang menganut islam modern yang lebih toleran terhadap faham sejenis ini KH. Abdurrahman wahid (gus dur) misalnya, ia adalah pemimpin negara sekaligus ulama terkemuka yang cinta terhadap tanah airnya. Bagi gus dur Indonesia bukan hanya tempat kelahirannya tapi juga merupakan tanah yang harus ia lindungi dan masyarakatnya adalah saudaranya meskipun ia dari kalangan non-muslim sekali pun. Di samping gusdur ada sahabatnya yang juga kiai terpandang di dalam sebuah organisasi islam besar nahdatul ulama (NU) dan ia adalah KH. Mustfa bisri atau akrab dengan sapaan gus mus selain seorang pemuka agama ia juga seorang seniman sekaligus penyair. Banyak puisi serta lukisan gus mus yang menggambarkan kecintaannya terhadap negri. Semangat nasionalisme ia tuangkan dalam larik-larik puisi yang indah, puisi yang penuh renungan dan harapan untuk Indonesia menjdi lebih baik. Dilemma nasionalisme di kalangan umat islam akan sedikit di tuangkan dalam tulisan yang penuh misteri yang di tulis memaki sisa tenaga dari surga.
Isi
orang-orang“wahai beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaran mu dan tetapkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (diperbatasan negara mu) dan bertaqwalah kepada allah agar kamu beruntung”[1]
Konsep Nasionalisme
            Nasionalisme berasal dari kata Nation yang berarti bangsa[2].  Kata Nation berasal dari bahasa latin yang berarti bangsa yang dipersatukan karena kelahiran. Akar kata dari Nation adalah Nascie yang mengandung makna dilahirkan[3]. Nasionalisme adalah paham (nation) dan  proses di dalam sejarah ketika sekelompok orang merasa menjadi anggota dari suatu bangsa dan mereka bersama-sama ingin melahirkan suatu negara (state) yang mencakup semua anggota kelompok itu[4]. Hans kohn tidak ketinggalan memberikan pengertian untuk Nasionalisme. Menurutnya Nasionalisme adalah suatu faham yang berpendapat bahwa kesetian tertinggi individu harus diserahkan kepada negara dan bangsa. Huzer dan stevenson pun memberikan pandangannya tentang nasionalisne. Mereka berpendapat nasionalisme adalah faham yang menentukan bangsa mempunyai rasa cinta secara alami kepada bangsa dan tanah air.
            Dari sekian banyak definisi terkait nasionalisme terdapat unsur-unsur yang disepakati yaitu bersatu untuk membela serta mencintai bangsa dan tanah air. Nasionalisme dianggap telah muncul ketika masyarakat memiliki cita-cita yang sama yaitu membentuk negara kebangsaan[5]. Kata kunci dari nasionalisme adalah supereme loyality terhadap bangsa. Kesetiaan ini muncul disebabkan kesadaran kolektif yang berbeda dengan yang lain. Hal tersebur terjadi karena adanya kesamaan keturunan, bahasa, atau kebudayaan. Tetapi hal ini bukanlah yang substansial karena yang paling penting adalah adanya kemauan untuk bersatu. Oleh karena itu bangsa merupakan konsep yang selalu berubah tidak statis dan tidak given, sejalan dengan kekuatan yang melahirkannya.[6]
            Sikap nasionalisme atau secara sederhana disebut juga kecintaan terhadap bangsa harus ditanamkan sejak dini. Bahkan secara global Al- Quran telah berbicara tentang nasionalisme. Al-Quran memerintahkan kita untuk menjaga negara dan melindunginya dari para penjajah hal ini di tuangkan dalam surah Ali imran ayat 200 “wahai orang-orang  beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaran mu dan tetapkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (diperbatasan negara mu) dan bertaqwalah kepada allah agar kamu beruntung”. Al-Quran juga menceritakan bagaimana nabi ibrahim mencintai tanah airnya dalam rangka pengabdian kepada allah, “ta tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah engkau (baitullah) yang dihormati, ya tuhan kami agar mereka mendirikan shalat. Maka jadikanlah hati sebahagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rizkilah mereka berupa buah-buahan, medah-mudahan mereka dapat bersyukur”[7].
Konsep nasionalisme dalam islam
            Sejatinya Al-Quran telah bicara nasionalisme jauh sebelum dunia barat berkembang seperti sekarang. Namun tidak bisa di pungkiri bahwa yang pertama kali memperkenalkan faham nasionalisme adalah dunia barat pada akhir abad ke 18. Kemudian paham itu masuk ke peradaban islam dimana faham ini dibawa oleh napoleon pada akhir abad 18 yang saat itu melakukan ekspedisi ke mesir sana [8]. Terbukti pada tahun 1730-an turki menjadi negara muslim yang secara terbuka menerima konsep nasionalisme. Terbukti pada tahun tersebut turki melakukan pembaharuan dan reorganisasi militer sesuai dengan sistem yang berlaku di barat[9]. Walaupun nasionalisme telah memasuki dunia islam pada waktu itu tetapi semangat nasionalismenya baru tegak pada abad ke-20 dan beberapa tokoh terkemuka pada waktu itu adalah mustafa kamal dan gamal abdul naser. Sampai pra- modern umat isalam hanya mengenal dua konsep kenegaraan yaitu wilayah damai (Dar-Al islam) dan wilayang perang ( Dar- Ai harb). Oleh karena itu munculnya konsep negara dan bangsa (nation-state) telah melahirkan ketegangan historis dan konseptual[10]. namun walau pun demikian umat islam mempunya konsep sendiri dalam berbangsa dan bernegara.
            Soekarno pun setuju jika dunia timur (islam) memiliki konsep nasionalismenya sendiri meski ini tidak persis sama denganyang ada di barat tetapi memiliki ruh esensial yang sama yaitu cinta negara. Soekarno berkata “nasionalisme timur adalah ia yang lebar, nasionalisme yang timbul dari pengetahuan atas susunan dunia dan riwayat; ia bukanlah jingo nasionalism atau chauvinisme, dan kita bukanlah suatu copy atau tiruan dari pada nasionalisme barat. Nasionalisme kita adalah nasionalisme yang menerima rasa hidupnya sebagai suatu wahyu, dan menjalankan rasa hidupnya itu sebagai bukti. Nasionalisme  kita adalah nasionalisme, yang di dalam dan kelebaran dan keluasannya tempat cinta pada bangsa lainnya, sebagai lebar dan luas udaranya, yang mengasih tempat pada segenap sesuatu yang perlu untuk hidupnya segala hal yang hidup. Nasionalisme kita adalah nasionalisme ke-timur-an, dan sekali-kali bukanlah nasionalisme kebarat-baratan yang menurut perkataan C.R das[11] adalah nasionalisme yang menyerang-nyerang, suatu nasionalisme yang mengejar kepentingan sendiri, suatu nasionalisme yang mengejar untung dan rugi”[12]. Jelas sekali bahwa dasar dari Nasionalisme Soekarno adalah Al-Quran. Ia (Al-Quran) adalah wahyu yang membimbing manusia kejalan kebenaaran. Sumber petunjuk yang absolute dan mutlak serta komplit yang di dalamnya tidak terdapat keraguan dan sebagai petunjuk untuk orang-orang yang bertaqwa[13].
            Dalam realitas sejarah tidak semua gagasan barat tentang nasionalisme itu dapat di terima di dunia islam. Pun sebaliknya, tidak dijumpai para pemikir muslim yang menetang dan menempatkan konsepsi barat tentang nasionalisme sebagai gagasan yang antagonis. Meskipun demikian di dalam islam dikenal beberapa terminologi yang mendekati konsep kebangsaan yaitu ummah, syu’b dan qawn.
Ummah
            Ummah yang diindonesiakan menjadi umat menurut kamus besar bahasa indonesia diartikan sebagai penganut, pengikut sutu agama. Kata umat diambil dari kata amma-yaummu yang berarti meneladani. Dari akar yang sama muncul kata umm yang mengandung pengertian sekelompok manusia yang terhimpun dalam dorongan ikatan, persamaan sifat, kepentingan dan cita-cita, agama, wilayah tertentu dan waktu tertentu[14]. Al-ragib Al-asfihani dalam mufradat Al-Quran mengemukakkan makna genetik. Dari ummah sebagai setiap jamaah atau perkumpulan manusia yang dipersatukan oleh urusan tertentu baik factor agama maupun sosial.
            Quraish shihab berpendapat bahwa di dalam kata ummah terselip makna yang cukup dalam. Ummah mengandung arti gerak dinamis, arah, waktu, jalan yang jelas, serta gaya dan cara hidup. Hal ini terdapat dalam Al-Quran surat yusuf ayat 45 dan az-zukhruf [15]. Makna yang diajukan oleh Quraish shihab ini di amini juga oleh Ali syariati.
            Menurut syariati etidaknya ada tiga makna ummah yaitu kebersamaan dalam arah tujuan, gerakan menuju arah tujuan tersebut serta keharusan adanya pemimpin dan petunjuk kolektif. Keselarasan tujuan dan gerakan membuat suatu bangsa kuat bangsa kuat adalah ia yang mampu menjaga tanah airnya dari berbagai macam bahaya termasuk yang datang dari rakyatnya sendiri. Di dalam sejarah islam terdapat perjanjian piagam madinah yang di tunjukan untuk mempersatukan umat islam namun tidak bisa di pungkiri banyak sekali unsur pluralitas di dalamnya. Oleh karena itu menurut Muhammad abduh agama adalah system perekat sosial tapi bukan satu-satunya. Masih ada semangat berkebangsaan yang mampu menyatukan umat[16].
Syu’b
            Sya’b, syu’bah dan insyi’ab adalah istilah yang mempunyai arti bahwa bangsa manusia di planet ini terbagi dalam berbagai cabang (syu’bah) cabang tersebut adalah satu bangsa sendiri. Contoh bangsa Indonesia.
Qawn
            Qawn memiliki dua arti besar yaitu kelompok manusia dan berdiri tegak atau tekad. Atau juga memiliki makna memelihara sesuatu agar tetap ada. Memelihara negara agar tidak binasa dan jatuh kepada tangan kotor para penjajah.
Adapun factor pembentuk qawn menurut shahrur adalah Bahasa, sebab Bahasa sebagai media bago seorang untuk berkomunikasi[17]. Ali asyariati mengartikan qawn sebagai tipe masyarakat yang kehidupannya dibangu atas dasar penyelenggaraan fungsi-fungsi secara bersama-sama antar individu-individu. Artinya individu yang menghuni wilayah tertentu secara bersama-sama mengerjakan tugas-tugas mereka singkatnya mereka bergotong royong untuk melakukan pekerjaan[18].
Berdasarkan tiga konsep bangsa diatas jelaslah di dalam islam juga ada konsep tentang nasionalisme sebagaimana dipahami oleh konstruksi penegrtian ala barat yaitu cinta tanah air. Namun konstruksi nasionalisme di dalam islam hanya mengenal ummah. Ummah yang terdiri dari orang-orang yang bersatu dibawah system nilai tauhidmeskipun secara factual mereka mempresentasikan banyak perbedaan ras, suku, warna kulit, dan Bahasa. Para sejarawan muslim selalu menempatkan piagam Madinah sebagai cikal bakal terbentuknya negara nasional dan nabi Muhammad di cantumkan sebagai pemimpin yang pertama untuk negara nasionalis. Namun dibawah perlindungan nabi Muhammad bukan hanya orang muslim tetapi baynak juga umat yahudi dan nasrani oleh karena itu piagam Madinah adalah pengakuan terhadap pluralitas. Itulah sebabnya piagam Madinah bukan perjanjian agama melainkan kontrak sosial kebangsaan.
Renungan
Dilema semangat dan fanatisme
Pemikir islam kontemporer memberikan banyak pandangannya tentang semangat nasionalisme. Baik dengan teori Al-Quran, Hadits, banyak tafsir-fatsir yang membahas kecintaan terhadap negara. Seakan-akan tidak ada cacat dalam faham nasionalisme ini karena telah diatkan dengan dalil quran dan hadits. Namun bagi umat islam ini seperti dilemma yang berkepanjangan. Satu sisi ini baik karena cinta dan membela negara itu hal yang baik namun di sisi lain ini menjadi buruk karena sering terdapat perasaan dan sikap asobiyah (fanatisme). Dalam islam sikap fanatisme ini dinafikan karena sikap asbiyah ini telah banyak menghancurka suatu bangsa. Semua orang bebas mengemukakan pandangannya tentang nasionalisme yang pasti islam sendiri masih mengambang dalam menetukan faham nasionalisme. Ini seperti dua mata unag satu sisi di agungkan dan di sisi lainnya di hinakan. Selebihnya kita berpegangan pada prinsip “sebaik-baiknya manusia adalah ia yang memberikan manfaat pada orang lain”.
REFERENSI
Al-Quran terjemah al mumayyaz. Cipta bagus sagara
Badri yatim. Soekarno, islam, dan nasionalisme. Ciputat. PT. logos wacana ilmu. 1999
Azyumardi Azra. Pergolakan politik islam:dari fundamentalis,modernisme hingga post-modernisme. Jakarta. Paramadina.1999.
Ali nurdin. Masyarakat al quran. Jakarta. Erlangga. 2006.
Deliar noer. Gerakan modern islan di indonesia. Jakarta. LP3S. 1980.
Ali syariati, ummah dan imamah. Bandung. Pustaka hidayah. 1995
Muhammad syahrur. Tirani islam, geneologi masyarakat dan negara. Yogyakarta. Lkis. 2003
Ali maschan moesa. Nasionalisme kiai. Yogyakarta. Lkis. 2007
[1] Q.S ali imran 200
[2] Badri yatim. Soekarno, islam, dan nasionalisme. Ciputat. PT.logos wacana ilmu. 1999. 57
[3] Ali maschan moesa. Nasionalisme kiai. Yogyakarta. Lkis. 2007. 28
[4] Setiawan. lismeNasiona NU. Semarang. CV. Aneka ilmu. 2007. 25
[5] Badri yarim. Soekarno, islam, dan nasionalisme. Ciputat. PT.logos wacana ilmu. 1999. 59
[6] Ali maschan moesa. Nasionalisme kiayi. Yogyakarta. Lkis. 2007. 29
[7] Q.S ibrahim. 27
[8] M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Bandung . Mizan. 2007. 135
[9] Ali maschan moesa. Nasionalisme kiayi. Yogyakarta. Lkis. 2007. 47
[10] Azyumardi Azra. Pergolakan politik islam:dari fundamentalis,modernisme hingga post-modernisme. Jakarta. Paramadina.1999.27
[11] C.R das adalah nasionalis india
[12] Deliar noer. Gerakan modern islan di indonesia. Jakarta. LP3S. 1980. 276
[13] Q.S Al-baqarah 2
[14] Ali nurdin. Masyarakat al quran. Jakarta. Erlangga. 2006. 72
[15] M. quraish shihab, wawasan al quran. 432
[16] Ali syariati, umah dan imamah,47
[17] Muhammad sahrur tirani islan, geneologi masyarakat dan negara,60
[18] Ali syariati. Ummah dan imamah.47
Diposkan 21st April 2016 oleh El-Qalam Ponpes Al-Ihsan
http://seputaral-ihsan.blogspot.co.id/2016/04/dilema-nasionalisme-dalam-islam.html
Diposting kembali April 26th, 2017

For my Ghani Dimas

Suatu cerita dinegeri dongeng

Tak seorang kurcaci pun yang nampak pagi itu, Putri hanya berdiri sambil melihat2 sekitarnya sembari mencari teman2 kurcacinya yang biasanya selalu ramai riang menggoda pagi. Yang nampak hamparan permadani hijau dengan warna kilap hijau khas kesejukannya dipagi hari, dan titik-titik embun yang melenggang aduhai diujung-ujung rerumputan liar. Bau tanah terserap menyengat tanda kesuburan dan kehidupan dari ranah yang terhampar luas. Sambil menarik nafas dalam-dalam Putri menikmati angin yang membelai wajahnya tanda sapaan alam. Sejenak ia dapat melupakan kepenatannya dan kemuramannya. Tak lama kemudian..

“Putri, aku membawakan sesuatu untukmu supaya dapat menghibur hatimu”. Celetuk popo dan pipi. Mereka menyembunyikan sesuatu dr balik punggung mereka sambil berlari kecil. ” oh ya.. Apa itu Popo?” Tanya Putri. “inia dia…” Jawab Popo dan Pipi bersamaan sambil membawakan hadiah untukku dan ternyata adalah ” Apel”. “Apel? Kalian membawakan sarapan untukku? Terima kasih teman- teman kurcaciku yang baik”. Jawabku dengan gembira, “Ya tapi apel itu bukan sekedar apel, apel itu kami harapkan dapat membawamu kepada Pangeran. Pangeran yang baik hati.” Jawab Pipi. ” Oooo..” Jawab Putri dengan heran sambil membawa apel itu. “Jadi kalian mengharapkan aku unt diracun dan tertidur beratus-ratus hari menunggu sang Pangeran? Berapa lama aku harus tertidur dan mendapatkan Pangeran yang tulus unt dapat membangunkanku? Dan sia-sialah waktuku”. Jawab Putri bersedih. Lalu Bimbo dan Bimbi tak lama datang kepada Putri, “Putri, kami sengaja mencuri sepatu kacamu dan kami tinggalkan disebuah kastil istana. Pangeran akan menemukan sepatu kacamu dan berkereta kuda akan menjemputmu..” Jelas Bimbi dengan penuh kegirangan. “Hummm.. Kalau kau meninggalkan sepatu kacaku didepan kastil apakah kau yakin Pangeran akan menemukanku dihutan yang begitu luasnya? Dia tidak akan bersusah- susah unt mencari pemilik sepatu itu karena ia dapat dengan mudah memilih Putri-putri dinegeri ini. Jadi tidak mungkin.” Jawab Putri. “yyaaahhhh… ” protes Bimbo dan Bimbi bersamaan tanda kecewa.

“Dan apakah kalian akan memintaku untuk memanjangkan rambutku sepanjang kastil istana itu untuk dapat seorang Pangeran memanjat rambutku dan bertemu denganku?”.. Tambah Putri. Dan Pipo, Pipi, Bimbo dan Bimbi masih tampak bingung sambil terus memutar otaknya. “Kita harus bisa merawat hutan ini, membuat berbuah ladang- ladang kita ini supaya bermanfaat dan berguna. Kita tanami bunga- bunga yang indah, ladang-ladang kita dengan buah-buah yang menyegarkan. Kita manfaatkan semua itu untuk dapat bermanfaat bagi orang banyak. Kita dapat membantu banyak desa2 sekitar. Dengan biji Ikhlas dan Sabar maka kita memperindah hutan kita.” “Ya dengan begitu hutan kita akan dikenal penjuru negeri karena manfaat dan kebaikannya.” Sela Bimbi, “Dan istanapun akan mendengar hal ini maka Pangeranpun akan datang mengunjungi hutan kita dan bertemu Putri” lanjut Pipo. “yyeeeyyyyy…” Sorak para kurcaci kegirangan.

“Tidak perlu seorang Pangeran yang begitu sempurna dari balik Kastil Istana. Seorang rakyat pun dapat menjadi Pangeran karena hatinya. Tampan karena santunnya. Maka mari kita mulai memperindah hutan kita, membuahkan hasil untuk dapat bermanfaat juga bagi semuanya. Aku yakin dia akan datang bukan hanya datang tetapi juga untuk membangun Kastil Istananya disini.” Jelas Putri dan tak lama para Kurcaci segera lompat kegirangan dan segera menanam bibit dan biji unt mempercantik kebun dan Ladang mereka.

#Mari mempercantik dan memperindah diri dengan manfaat kebaikan untuk semua. Menunggu tanpa usaha tiada hasil. Tetapi barangsiapa selalu berusaha memperbaiki diri Insha Allah banyak manfaat kebaikan yg bisa dihasilkan.

Writer: Phu-ree<3
Thinking of you on January 28th, 2015

View on Path

Payung

PAYUNGTak terasa hujan ini turun sudah hampir setengah hari dan tidak juga memberikan tanda-tanda akan berhenti. Bisik Lana sambil menengadah menatap arah langit dr balik jendela kantornya. Tok, tok, tok terdengar dari balik pintu kantornya seseorang mengetuk membuyarkan keluhan lamunannya tentang hujan. “Boleh aku masuk?” Tak lama seonggok wajah sudah masuk kedalam kantor Lana dan dengan tersenyum berjalan kearah Lana dan mendaratkan ciuman tepat dikening Lana “Hei kamu sayang ternyata. Jangan terlalu dekat nanti ketahuan orang kantor. Nggak enakkan atasan mereka terlibat kisah romantisme cinta lokasi” ujar Lana sambil sedikit mencubit perut Doni “hahahhaa…Biarkan saja mereka tahu dan itu satu keuntungan buat kita”, balas Doni.”Keuntungan apa? Didalam aturan Perusahaan tidak diperbolehkan menjalin hubungan, dan apabila ada maka salah satu harus keluar. Aku belum siap untuk hal itu, Don”. Jelas Lana. “Hummm percaya sama aku, sebelum kamu siap dan mengijinkan aku untuk mengumumkan hubungan kita, maka tidak akan ada seorang pun yang akan tahu” jelas Doni menenangkan gadisnya yang selalu mencemaskan segala sesuatu yang belum tentu terjadi. ” Janji?” Pinta Lana “Swear aku janji sayang”. Jelas Doni sambil mengelus rambut Lana yang sebahu hitam dan ikal.

“So mau pulang jam berapa?” Tanya Doni. “Aku berniat pulang agak sorean. Mau mampir swalayan membeli bahan untuk memasak malam ini. Mama akan datang ke apartemen dan ini adalah moment bagus untuk bisa mendapatkan resep baru Mama”. Jelas Lana dengan gembira. ” Ya dan sebagai calon nyonya Doni, dia harus pandai memasak supaya nanti bisa irit”. Goda Doni sambil menatap Lana yang tersipu malu. “Hujan agak mereda, aku balik dulu.” Pamit Lana.”Mau aku antar?” Sambung Doni menawarkan bantuan kepada kekasihnya semata wayang dan seabreg manjanya itu. “Gak usah, aku pengin jalan kaki saja. Lagipula swalayannya hanya beberapa blok dari sini dan aku ingin menikmati hujan” Lana bergegas bersiap2 sambil melihat jam yg saat itu tengah menunjukkan pukul 17.15. “Okelah kekasihku sayang, hati-hati dijalan. Sampaikan salam sama Mama ya…” Kata Doni sambil meraih tangan Lana dan mencium kening Lana sambil berkata “Aku sayang kamu”. “Sayang kamu juga” balas Lana lalu Lanapun segera menghilang dari pandangan Doni.

Hujan masih terasa walaupun sudah hanya sekedar gerimis tipis tapi cukupbisa membuat tubuh ramping itu basah kuyup. Sejenak dia melupakan segala pernak pernik urusan kantor yang complicated dan hubungannya dengan Doni, kekasihnya. Yang ia inginkan saat ini sebenarnya adalah sendiri dan menikmati hujan.

Entah mengapa ia selalu merasa hal yang paling setia dalam hidupnya adalah Payung dan Hujan. Ataukah karena mereka saling melengkapi satu sama lain disaat yang bersamaan? Dan hujan selalu membuat Lana tak pernah merasa seorang diri. Ia dapat merasakan diirnya bernyanyi dalam sedih dan gembira. Dibawah rintik hujan adalah tempatnya meluapkan perasaan hatinya yang terdalam sekalipun. Dan ia merasa dalam pelukan Alam yang sejuk.

Lana melintasi blok pertama. Sudah beberapa minggu ini pandangannya selalu tercuri oleh sesosok gadis yang selalu duduk seorang diri disebuah bangku kayu dibawah rindangnya pohon beringin. Gadis itu selalu menatap kearah yang sama, kearah seberang trotoar yang ditanami beberapa tanaman hias yang cukup indah bila dilihat pada musim hujan ini. Bunga-bunga tampak bermekaran dan berwarna-warni. Tapi mengapa wajah gadis itu sendu? Bukankah seharusnya terlihat takjub dan bahagia saat melihat bunga-bunga itu bermekaran? Pikir Lana. Sempat ia ingin menemani duduk gadis itu tapi lagi-lagi ada perasaan ragu dan lagipula “Aku tidak punya banyak waktu untuk hanya sekedar duduk-duduk dipinggir trotoar”, selalu batin Lana

sambil terus berjalan menuju kearahswalayan yang letaknya hanya tinggal satu blok saja.

**Prime memori

“HHuuummmm aroma masakan Mama selalu membangkitkan selera makan Lana, Mama koq bisa masak enak gini sih, Ma? Pengin deh Lana kayak Mama… Pantesan papa sayang banget sama Mama”, celetuk Lana memuji sambil menujukan hidungnya kearah masakan Mama yang masih sopan duduk diatas kompor elektrik Lana. “Mama belajar masak ya dari Nenek kamu, dulu Nenek kamu selalu minta ditemenin Mama saat memasak supaya Mama tahu dan akhirnya bisa memasak sendiri seperti sekarang ini. Dam imbasnya tentu ke Papa dan kamu.” Jelas Mama sambil terus mengaduk-aduk masakannya yang hamper siap untuk disajikan.

Menu malam ini adalah menu favorit Lana, tak urung Lana lalu menyantap masakan Mama tanpa basa-basi. Kelelahan seharian dikantor dan penatnya kehujanan dengan berjalan kaki melintas dua blok untuk belanja bahan-bahan masak malam ini disertai dukungan cuaca yang ektstrim membuat Lana “Kelaparan”. Mereka berdua tampak akrab dan saling melengkapi setelah kepergian Papa Lana beberapa bulan yang lalu. Lanamerasa kasihan dengan mamanya yang sudah terbiasa ditemani Papa dan kini harussendirian melanjutkan perjuangan hidup seorang diri tanpa Papa. Lana sering mengundang Mamanya untuk datang ke apartement nya walau itu hanya untuk sebuah aktifitas memasak ataupun hanya pada sesi curcol. Lana sangat mengagumi ceritacinta kedua orang tuanya itu. Penuh sarat pengorbanan dan kegigihan cinta dariseorang pria yang saat ini menjadi Papanya.

“Ma, Mama tidur disini ya malam ini.” Pinta Lana merajuk kepada Mamanya. “Kamu kenapa? Koq tumben minta ditemenin Mama? Biasanya kan kamu suka sendirian?”. Jawab Mama sambil mengelus rambut anak semata wayangnya. “Iya, Tapi…..” Lana menghentikan sejenak kata-katanya. “Mama gak kangen Papa?”.. Tanya Lana.. Mama terdiam sejenak. “eemmm maaf Ma, bukan maksud Lana membuat sedih Mama. Tapi Lana kangen sama Papa. Dekat Mama seakan kita berkumpul lagi bertiga. Ada Mama, Papa dan Lana”. Jelas Lana. Lana melihat wajah Mama memang sedih dengan sedikit tatapan sedih, tapi Mama adalah wanita yang kuat dan selalu bisa tersenyum dalam keadaan apapun. Inilah yang Lana paling sukai dari Mamanya. Ketegaran.

Krrriiiiiiiiiiinnnngggggg. Jam weker Lana berbunyi dengan sangat keras. Seperti biasa. Dia terbangun selalu terbangun sendiri dikala pagi hari menyapa. Mama selalu meninggalkan Lana pada saat Lana telah terlelap tidur. Mamanya sangat menghargai privasi Lana yang ingin hidup sendiri diapartmen. Kedewasaan putri semata wayangnya tsb tidak dapat menghalangi niatan Mamanya untuk melarang Lana hidup sendiri. Yang terpenting adalah mereka tetap bisa selalu berkomunikasi dan saling menyayangi.

Buru-buru Lana mempersiapkan diri kembali kekantor. Percakapannya dengan Mama dan kerinduannya kepada Papanya membuat Lana lupa untuk bercerita soal Doni, kekasihnya. Mama selalu takut untuk selalu bertanya masalah pribadi anak semata wayangnya itu. Karena pasti percuma, tidak membuahkan hasil dan hasilnya selalu Tidak Apa-Apa.

Rutinitas bekerja makin membuat Lana tidak bisa memikirkan hal yang lainnya. Terkecuali Doni. Ia sangat mencintai kekasihnya dan ia selalu berharap sosok yang ia cintai adalah serupa dengan Papa. Penuh pengorbanan, kegigihan dalam mempertahankan cinta dan dapat selalu bersama dalam keadaan apapun. Doni….

“Hai sayang, lagi ngapain kamu?” tak lama Lana sedang memikirkan kekasihnya itu, HP pun berdering “Halo sayang.Aku lagi mikirin kamu. Koq bisa nyambung ya… eh ngomong-ngomong kamu ada dimana sekarang?” Lana tau kebiasaan kekasihnya itu jika masih didalam kantor tidak mungkin menelepon Lana dengan panggilan “sayang”. Mereka sepakat menjalin hubungan sekitar satu tahun yang lalu. Love at the first sight…. Lucu sekali jika Lana harus mengenang masa-masa itu. Ditambah lagi peraturan perusahaan melarang sesama karyawan dalam satu perusahaan dilarang untuk menjalin hubungan. Maka merekapun bersepakat untuk merahasiakan hubungan mereka. Yang terpenting mereka masih dapat keep in touch dan bersikap professional saat jobdesc menuntut dan merekapun berhasil melewati itu hingga sekarang.

“Sayang… aku mau ketemu sama kamu”. Pinta Lana. “Lho kan kita udah ketemu tiap hari, masa lupa?”..goda Doni. “iihh kalo itu iya… ketemu rutinitas kerja dan Cuma bisa pandang kamu dari jauh. “. Manja Lana.. “Iiddiihhh tumben-tumbenan kamu gini.. hummm lagi kangen yaaaa..” Tambah Doni menggoda. “adduuhh yang sudah kalo kamu gak mau. Aku jalan sendiri aja.” Gerutu Lana sambil manyun dan dengan suara kesal manja. “hahahaa… Aku kenal kamu sayang. Aku tau kebiasaan kamu. Kamu cuek dan saat tertentu aku tau dimana kamu lagi kangen. Oke oke, hari ini aku ada kerjaan diluar kantor. Aku harus ketemu klien dan kemungkinan aku gak balik kantor. Kita ketemu dimana? Aku langsung ke TKP aja ya sayang”. Penjelasan Doni selalu bisa menghibur hati Lana. Hanya Doni saat ini yang bisa menuntaskan rasa kangennya pada Papa tercintanya. Lana selalu ingat saat ia sedih, manja selalupapanya menggoda dan mengelus rambut Lana, persis seperti yang Doni lakukanpadanya. Ia merasa Ia mendapatkan kasih sayang Papanya pada kekasihnya itu. Dan Lana sangat menyayanginya karena Doni juga sosok yang bertanggung jawab dan komitmen. Tidak selalu memaksakan kehendaknya dan yang terpenting bisa tahan terhadap kemanjaan Lana.

Lana tersenyum sendiri bahagia. Dan tiba-tiba ia teringat pada gadis yang selalu duduk ditrotoar yang selalu ia lihat saat berjalan pulang menuju keapartemennya. “Nanti aku tunggu dibangku dekat pohon beringin disamping trotoar itu ya sayang…” jawab Lana. “eengg kamu yakin mau disana? Ini hujan sayang, apa kamu nanti gak tambah kehujanan? Aku kuatir kamu sakit nanti.” Lanjut Doni. “Ah enggak koq, lagiankan kamu tau aku suka hujan2, nanti pasti hujannya cuma gerimis kecil seperti kemarin dan rimbunnya pohon beringin itu gak akan terlalu membuat basah.” Jelas Lana. “Oke deh kalo gitu. Nanti jam berapa?” jawab Doni menyerah. Bukan karena ia kalah tapi ia tahu sifat kekasihnya itu tidak bisa dibengkokkan jika sudah berkeinginan, apalagi keinginannya itu pada saat hujan. “Aku tunggu jam 18.00 ya sayang. Aku dari kantor keluar jam 17.45, Perjalanan jalan kaki kan Cuma 15 menit dari kantor ke sana. Cuma satu blok saja”. Jelas Lana bahagia “Baik sayang, I’ll be right there honey. Wait me ya sayang.” Tegas Doni. “I love you”. Jawab Lana dan terdengar nada penutup telepon.

Seperti biasa Lana menujukan pandangannya kearah jendela, bersandar dibalik kaca dengan tatapan mengarah kelangit. Mengagumi hujan. Dan dengan ketidaksabarannya untuk bertemu kekasihnya karena seharian inipun Lana tidak melihat Doni dikantor karena langsung bertemu klien. “Aku kangen kamu, Don.” Bisik lirih Lana dalam pandangannya masih mengarah pada gerimis hujan.

Sesuai prediksi, hujan mereda dan hanya gerimis kecil. Lana segera mengenakan mantel coat katundengan penutup kepala. Ia selalu lebih suka berjalan dibawah gerimis ketimbang memakai payung . Dan dia sudah membayangkan pasti Doni melihat dirinya berjalan telanjang dengan hanya mengenakan mantel coatnya dibawah rintik hujan pasti mengomel sembari membawa payung dengan berusaha membukanya supaya dapat segera ia lindungkan ketubuh Lana. Sambil tersenyum Lana membayangkan omelan dan kesibukan Doni bersama payung ia berjalan menuju ketempat pertemuan yang merekaj anjikan.

Entah mengapa jalanan trotoar itu senyap, hanya sesekali kendaraan dan sepeda melintasi. Toko pernak-perni k diseberang jalanpun tampak terang dengan sepi pengunjung. Lana terdiam berdiri sebentar disamping bangku yg selalu ia lewati itu dan sekarang ia berada disana. Tumben gadis itu tidak ada. Biasanya ia selalu ada disaat hujan seperti ini. Lana pikir sambil menunggu Doni kekasihnya, ia dapat berkomunikasi dengan gadis itu walau hanya untuk mengusir kebosanan menunggu. Lana menengok keseberang jalan, belum tampak mobil kekasihnya parkir. Dan Lana akhirnya memutuskan untuk duduk dibangku itu, sendiri. Sambil sesekali melihat jam ditangannya, Lana membuka novel favoritnya. Sambil sesekali melihat seberang jalan.

Tak lama kemudian ia melihat mobil Doni parkir diseberang jalan. Ia gembira akhirnya kekasihnya datang menemuinya. Masih terduduk menunggu Doni keluar dari mobil, tampak kaca mobil turun dan Doni melongok dari seberang, “Tunggu disitu, aku ambil payung dulu. Jangan menyeberang dulu. Tunggu aku.”. Lana hanya mendengar perintah Doni dan menunggu di bangku itu. Dengan bergegas Doni mengambil payung dari jok belakang mobil dan bergegas membuka payung sambil sibuk membuka payung dan mulai berjalan menyeberang menuju Lana yang masih duduk dibangku. Hanya sekitar satu detik saja ia mendengar bunyi klakson mobil berbunyi sambil memberi lampu sign kearah jalan tempat Doni menyeberang seakan memberi tanda. Mobil itu berkecepatan cepat melaju pada jalanan yang senyap itu tak sempat mengerem dan…Bruuuuaaaaakkkkkkkk

**Senyap…

Tubuh Lana seakan tak berdaya saat bersimpuh dibatu nisan kekasihnya. Air matanya tak terbendung.

Doni…

Seandainya aku tidak memintamu menemuiku dibangku itu.. Pasti saat ini kamu masih memeluk aku.

Seandainya aku dapat saja menekan rasa rinduku pada Papa untuk berjumpa denganmu… pasti saat ini kamu duduk disamping aku dan menggoda aku. Kamu gak pernah mau meninggalkan aku seorang diri. Kamu selalu ada saat aku butuh kamu… Tapi sekarang?

Lana terdiam duduk dibangku trotoar dibawah pohon beringin itu… sendiri… Masih ditemani rintik gerimis yang selalu setia… dan tampak payung yang Lana genggam selalu setiap duduk dibangku itu. Tanpa sadar setiap pulang kantor iapun duduk dibangku itu, sendiri…

Meratap sendu dan merenung kearah seberang trotoar. Bukan, bukan melihat indahnya mekarnya bunga-bunga dipingir trotoar itu, Bukan juga menikmati gerimis hujan dengan segala kemerduannya… dengan sadar ia teringat pada gadis yang selalu dudukdibangku itu sebelumnya. Kemanakah gadis itu? Mengapa ia tak pernah sekalipun lagi melihatnya? Siapa gadis itu sebenarnya… Apakah gadis itu adalah Lana sendiri?? Ya… ia tersadar ia melihat dirinya sendiri dibangku itu sebelum-sebelumnya. Tidak pernah ada gadis yang duduk yang ia temui saat mellintas ditrotoar itu… Melainkan ia adalah gadis yang selalu duduk dibangku itu sendiri. Meratapi kehilangan Doni kekasihnya….

Ia tak pernah percaya bahwa gadis payung itu adalah dia.

Heerlijk Gelato, January 18th, 2015

Writer and posting by: Phu-Ree

Cerita tentang kebahagiaan

Dikisahkan, ada seorang anak muda yang merasa dirinya tidak bahagia.
Setiap hari, dari jendela kamarnya dia melihat taman dan pemandangan alam yang sangat indah, orang berlalu lalang, kanak-kanak bermain dengan gembira.
Tetapi fenomena itu tidak membuat hatinya bahagia. Justeru dia tidak mengerti, mengapa orang-orang di luar sana mampu ketawa bersama atau setidaknya menunjukkan wajah yang gembira.
Kerana melihat keadaan di sekitarnya, hatinya yang hambar, terusik pada pertanyaan, “Apa rahsia bahagia?”
Demi mendapatkan jawapan tersebut, si pemuda memutuskan keluar dari kamarnya dan mula bertanya kepada siapa saja yang mungkin mampu memberi jawapannya.
“Maaf pakcik, saya mahu bertanya, dari mana bahagia itu?” tanyanya kepada seorang pakcik yang tampak gembira melihat kanak-kanak yang sedang berlari.
“Bahagia? Dari mana datangnya? Lihat kanak-kanak itu,” jawab s pakcik dengan santai. Si pemuda memerhatinya dan tidak mengerti mengapa melihat kanak-kanak itu adalah kebahagiaan.
Dia pun berjalan terus dan berusaha bertanya beberapa orang lain tetapi tetap tidak memperoleh jawapannya, apa dan bagaimana bahagia itu. Hingga tibalah dia di depan rumah seorang petani yang sedang beristirehat sambil meniup seruling dengan nikmatnya.
Si pemuda menunggu sampai lagunya selesai dan mengajukan pertanyaan yang sama. “Masuklah ke sini,” si petani mempersilakan si pemuda dengan ramah.
“Pakcik sedang membuat seruling baru. Lihatlah! Begini caranya.” Tangannya pun sibuk memperagakan memilih buluh, mengusap dan membersihkan bulu-bulu halusnya dengan cermat.
“Setelah bersih, ratakan dan kemudian lubangkan.”
“Pakcik, saya ke sini bukan belajar membuat suling dan apa hubungannya semua ini dengan kebahagiaan?” tanya si pemuda dengan kesal.
“Anak muda, jangan marah dulu. Perhatikan dulu apa yang hendak pakcik jelaskan. Buluh sekecil ini mampu mendatangkan nada yang indah, rahsianya ada di lubang-lubang kecil ini.
Nah, sama dengan kebahagiaan yang kamu tanyakan. Buatlah lubang dan biarkan dia terbuka di dalam hatimu. Kerana tanpa kamu pernah membuka hati, sama halnya kamu tidak pernah memberi kesempatan pada hatimu sendiri dan selamanya kamu tidak akan mengenal, apa itu bahagia. Mudah kan? Apakah kau mengerti?”
“Ya, saya mengerti. Terima kasih.”

Tuhan….

Tuhan, ini aku ..
Aku datang dengan segenap bebanku ..
Dengan segenap kelelahanku ..
Dengan segala himpitan di dalam hidupku ..

Tuhan aku lelah ..
Perbolehkan aku bersandar kepadaMu ..
Karena Engkaulah sumber penghiburanku ..
Engkaulah yang mengerti perasaanku saat ini ..
Peluklah aku Tuhan .. Curahkanlah KasihMu padaku ..
Agar jiwaku menjadi segar .. Dan kukuat untuk terus melangkah bersamaMu ..

Terima kasih Tuhan, atas cintaMu yang indah ini ..

Remourse

Jejak-jejak itu semakin tersamar. Tersamar oleh banyaknya bayangan. Haruskah kutetap bersajak manis oleh indahnya selaput mimpi yang terlahir dari rekayasa kehidupan?

Tidak… Sekali lagi tidak! Tak ada yang dapat bersajak manis dari kelamnya kelambu jiwa, memberantas segala asa dan perpaduan dari jengahnya mata dan hati…

# Sebait dari kisah “CINTA IDIOT.
By. Cin-Tya

Kelelahan Hati

Saat bibir tak dapat berucap
Saat mata lelah untuk menatap dunia
Saat tangan tak berdaya lagi untuk memberi dan menerima
Saat kaki tak dapat lagi untuk melangkah walau sejengkal pun

Disaat itulah…
Bibir hanya dapat mengucap Astaghfirullah
Mata hanya dapat berbicara melalui uraian air mata
Tangan hanya bisa merapat dan menggenggam
Kaki hanya bisa bersimpuh dan bersujud

Bersujud kehadirat ALLAH SWT
Memohon ampunan dan Ridho-Nya
Karna tanpa NYA…
Hampalah jiwa ini
Sunyinya hati ini
Nistanya diri ini

Ya ALLAH…
Mohon sellau bimbingan dan Ridho-MU
Dalam setiap langkahku…
Jangan kau tinggalkan
Karna diri ini tak sanggup melangkah sendiri tanpa-MU
Ya ALLAH…

Posted: Phu-Ree
April, 3rd, 2013

.. 5 TINGKATAN MANUSIA DALAM SHALAT ..

Bismillahir-Rah­maanir-Rahim …

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah mengatakan bahwa ada lima tingkatan manusia di dalam shalat:

1. Tingkatan orang yang zhalim kepada dirinya dan teledor. yaitu, orang yang kurang sempurna dalam wudhunya, waktu shalatnya, batas-batasnya dan rukun-rukunnya.

2. Orang yang bisa menjaga waktu-waktunya,­ batas-batasnya,­ rukun-rukunnya yang sifatnya lahiriyah, dan juga wudhunya, tetapi tidak berupaya keras untuk menghilangkan bisikan jahat dari dalam dirinya. Maka dia pun terbang bersama bisikan jahat dan pikirannya.

3. Orang yang bisa menjaga batas-batasnya dan rukun-rukunnya.­ Ia berupaya keras untuk mengusir bisikan jahat dan pikiran lain dari dalam dirinya, sehingga dia terus-menerus sibuk berjuang melawan musuhnya agar jangan sampai berhasil mencuri shalatnya. Maka, dia sedang berada di dalam shalat, sekaligus jihad.

4. Orang yang melaksanakan shalat dengan menyempurnakan hak-haknya, rukun-rukunnya,­ dan batas-batasnya.­ Hatinya larut dalam upaya memelihara batas-batas dan hak-haknya, agar dia tidak menyia-nyiakan sedikitpun darinya.

Bahkan seluruh perhatiannya tercurah untuk melaksanakannya­ sebagaimana mestinya, dengan cara yang sesempurna dan selengkap mungkin. Jadi, hatinya dirasuki oleh urusan shalat dan penyembahan kepada Tuhan di dalamnya.

5. Orang yang melaksanakan shalat dengan sempurna. Dia mengambil hatinya dan meletakkannya di hadapan Tuhan. Dia memandang dan memperhatikanNy­a dengan hatinya yang dipenuhi rasa cinta dan hormat kepadaNya. Dia melihatNya dan menyaksikanNya secara langsung.

Bisikan dan pikiran jahat tersebut telah melemah. Hijab antara dia dengan Tuhannya telah diangkat. Jarak antara shalat semacam ini dengan shalat yang lainnya lebih tinggi dan lebih besar daripada jarak antara langit dan bumi. Di dalam shalatnya, dia sibuk dengan Tuhannya. Dia merasa tenteram lewat shalat.

Kelompok pertama akan disiksa ..
Kelompok kedua akan diperhitungkan amalnya …
Kelompok ketiga akan dihapus dosanya ….
Kelompok keempat akan diberi balasan pahala …

Dan kelompok kelima akan mendapat tempat yang dekat dengan Tuhannya, .. karena dia menjadi bagian dari orang yang ketenteraman hatinya ada di dalam shalat.

Barangsiapa yang tenteram hatinya dengan shalat di dunia, maka hatinya akan tenteram dengan kedekatannya kepada Tuhan di akhirat dan akan tenteram pula hatinya di dunia.

Barangsiapa yang hatinya merasa tenteram dengan Allah ta’ala, maka semua orang akan merasa tenteram dengannya.

Dan barangsiapa yang hatinya tidak bisa merasa tenteram dengan Allah ta’ala , maka jiwanya akan terpotong-poton­g karena penyesalan terhadap dunia.

(Al-Wabil Ath-Thayyib, Ibnul Qayyim Al-Jauziyah, hal 25-29)

… Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci …

# Sumber: Buku “Air Mata Penjara Wanita”, hal.124-126, Penerbit Elba

Posted from Phu-Ree <3<3

~ 8 Pintu Setan dalam Menyesatkan Manusia ~

Hati adalah ibarat sebuah benteng. Setan sebagai musuh kita selalu ingin memasuki benteng tersebut. Setan senantiasa ingin memiliki dan menguasai benteng itu. Oleh karena itu perlu mengetahui Pintu-pintu
Cara setan untuk masuk.

Pintu pertama:

Ini adalah pintu terbesar yang akan dimasuki setan yaitu HASAD (dengki) dan tamak. Jika seseorang begitu tamak pada sesuatu, ketamakan tersebut akan membutakan, membuat tuli dan menggelapkan cahaya kebenaran, sehingga orang seperti ini tidak lagi mengenal jalan masuknya setan. Begitu pula jika seseorang memiliki sifat hasad, setan akan menghias-hiasi sesuatu seolah-olah menjadi baik sehingga disukai oleh syahwat padahal hal tersebut adalah sesuatu yang mungkar.

Pintu kedua:

Ini juga adalah pintu terbesar yaitu MARAH. Ketahuilah, marah dapat merusak akal. Jika akal lemah, pada saat ini tentara setan akan melakukan serangan dan mereka akan menertawakan manusia. Jika kondisi kita seperti ini, minta perlindunganlah­ pada Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إذا غضب الرجل فقال : أعوذ بالله سكن غضبه

“Jika seseorang marah, lalu dia mengatakan: a’udzu billah (aku berlindung pada Allah), maka akan redamlah marahnya.” (As Silsilah Ash Shohihah no. 1376)

Pintu ketiga:

Yaitu sangat suka menghias-hiasi tempat tinggal, pakaian dan segala perabot yang ada. Orang seperti ini sungguh akan sangat merugi karena umurnya hanya dihabiskan untuk tujuan ini.

Pintu keempat:

Yaitu kenyang karena telah menyantap banyak makanan. Keadaan seperti ini akan menguatkan syahwat dan melemahkan untuk melakukan ketaatan pada Allah. Kerugian lainnya akan dia dapatkan di akhirat sebagaimana dalam hadits:

فَإِنَّ أَكْثَرَهُمْ شِبَعًا فِى الدُّنْيَا أَطْوَلُهُمْ جُوعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Sesungguhnya orang yang lebih sering kenyang di dunia, dialah yang akan sering lapar di hari kiamat nanti.” (HR. Tirmidzi. Dalam As Silsilah Ash Shohihah)

Pintu kelima:

Yaitu tamak pada orang lain. Jika seseorang memiliki sifat seperti ini, maka dia akan berlebih-lebiha­n memuji orang tersebut padahal orang itu tidak memiliki sifat seperti yang ada pada pujiannya. Akhirnya, dia akan mencari muka di hadapannya, tidak mau memerintahkan orang yang disanjung tadi pada kebajikan dan tidak mau melarangnya dari kemungkaran.

Pintu keenam:

Yaitu sifat selalu tergesa-gesa dan tidak mau bersabar untuk perlahan-lahan.­ Padahal terdapat sebuah hadits dari Anas, di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

التَّأَنيِّ مِنَ اللهِ وَ العُجْلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ

“Sifat perlahan-lahan (sabar) berasal dari Allah. Sedangkan sifat ingin tergesa-gesa itu berasal dari setan.” (Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Ya’la dalam musnadnya dan Baihaqi dalam Sunanul Qubro)

Pintu ketujuh:

Yaitu cinta harta. Sifat seperti ini akan membuat berusaha mencari harta bagaimana pun caranya. Sifat ini akan membuat seseorang menjadi bakhil (kikir), takut miskin dan tidak mau melakukan kewajiban yang berkaitan dengan harta.

Pintu kedelapan:

Yaitu selalu berburuk sangka terhadap muslim lainnya. Jika seseorang selalu berburuk sangka (bersu’uzhon) pada muslim lainnya, pasti dia akan selalu merendahkannya dan selalu merasa lebih baik darinya. Seharusnya seorang mukmin selalu mencari udzur dari saudaranya. Berbeda dengan orang munafik yang selalu mencari-cari ‘aib orang lain.

Semoga kita dapat mengetahui pintu-pintu ini dan semoga kita diberi taufik oleh Allah untuk menjauhinya. Aamiin…

Wallahu A’lam Bishawab …

ALLAH Maha Lembut

 

 

Cara Melembutkan Hati

 

Hadis riwayat Aisyah ra. isteri Nabi saw.:

Rasulullah saw. bersabda: “Wahai Aisyah! Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut yang menyukai kelembutan. Allah akan memberikan kepada orang yang bersikap lembut sesuatu yang tidak diberikan kepada orang yang bersikap keras dan kepada yang lainnya”.

Kita tidak lalai akan doa yang satu ini : “Ya Zat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah diriku dalam Agama-Mu dan dalam Ketaatan kepada-Mu”.
Begitulah, menjaga hati untuk sentiasa istiqomah berada di jalan Allah, senantiasa bersih dari segala kotoran dan lembut dari segala kekerasan (hati), tidaklah mudah. Kesibukan dan rutin kita yang memerah tenaga dan fikiran, serta interaksi yang terus menerus dengan masalah duniawi, jika tidak diimbangi dengan “makanan-makanan” hati, terkadang membuat hati menjadi keras, kering, lalu mati. Padahal sebagai seorang mukmin, dalam melihat pelbagai persoalan kehidupan, haruslah dengan mata hati yang jernih.

Untuk itu, beberapa nasihat berikut patut kita renungi bersama dalam usaha kita untuk melembutkan hati. Kita hendaklah senantiasa:

1. Takut akan datangnya maut secara tiba-tiba sebelum kita sempat bertaubat.

2. Takut tidak menunaikan hak-hak Allah secara sempurna. Sesungguhnya hak-hak Allah itu pasti diminta pertanggungjawabannya.

3. Takut tergelincir dari jalan yang lurus, dan berjalan di atas jalan kemaksiatan dan jalan syaitan.

4. Takut memandang remeh atas banyaknya nikmat Allah pada diri kita.

5. Takut akan balasan seksa yang segera di dunia, kerana maksiat yang kita lakukan.

6. Takut mengakhiri hidup dengan su’ul khatimah.

7. Takut menghadapi sakaratul maut dan sakitnya sakaratul maut.

8. Takut menghadapi pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir di dalam kubur.

9. Takut akan azab di alam kubur.

10. Takut menghadapi pertanyaan hari kiamat atas dosa besar dan dosa kecil yang kita lakukan.

11. Takut melalui titian yang tajam. Sesungguhnya titian itu lebih halus daripada rambut dan lebih tajam dari pedang.

12. Takut dijauhkan dari memandang wajah Allah.

13. Perlu mengetahui tentang dosa dan aib kita.

14. Takut terhadap nikmat Allah yang kita rasa siang dan malam sedang kita tidak bersyukur.

15. Takut tidak diterima amalan-amalan kita.

16. Takut bahwa Allah tidak akan menolong dan membiarkan kita sendiri.

17. Kekhuatiran kita menjadi orang yang tersingkap aibnya pada hari kematian dan pada hari timbangan ditegakkan.

18. Hendaknya kita mengembalikan urusan diri kita, anak-anak, keluarga dan harta kepada Allah SWT. Dan jangan kita bersandar dalam memperbaiki urusan ini kecuali pada Allah.

19. Sembunyikanlah amal-amal kita dari riya’ ke dalam hati, kerana terkadang riya’ itu memasuki hati kita, sedang kita tidak merasakannya. Hasan Al Basri rahimahullah pernah berkata kepada dirinya sendiri. “Berbicaralah engkau wahai diri. Dengan ucapan orang soleh, yang qanaah lagi ahli ibadah. Dan engkau melaksanakan amal orang fasik dan riya’. Demi Allah, ini bukan sifat orang mukhlis”.

20. Jika kita ingin sampai pada darjat ikhlas maka hendaknya akhlak kita seperti akhlak seorang bayi yang tidak peduli orang yang memujinya atau membencinya.

21. Hendaknya kita memiliki sifat cemburu ketika larangan-larangan Allah diremehkan.

22. Ketahuilah bahwa amal soleh dengan keistiqomahan jauh lebih disukai Allah daripada amal soleh yang banyak tetapi tidak istiqomah dengan tetap melakukan dosa.

23. Ingatlah setiap kali kita sakit bahawa kita telah istirahat dari dunia dan akan menuju akhirat dan akan menemui Allah dengan amalan yang buruk.

24. Hendaknya ketakutan pada Allah menjadi jalan kita menuju Allah selama kita sihat.

25. Setiap kali kita mendengar kematian seseorang maka perbanyaklah mengambil pelajaran dan nasihat. Dan jika kita menyaksikan jenazah maka bayangkanlah jika kita yang sedang diusung.

26. Hati-hatilah menjadi orang yang mengatakan bahwa Allah menjamin rezeki kita sedang hatinya tidak tenteram kecuali sesuatu yang ia kumpul-kumpulkan. Dan menyatakan sesungguhnya akhirat itu lebih baik dari dunia, sedang kita tetap mengumpul-ngumpulkan harta dan tidak menginfakkannya sedikit pun, dan mengatakan bahwa kita pasti mati padahal tidak pernah ingat akan mati.

27. Lihatlah dunia dengan pandangan iktibar (pelajaran) bukan dengan pandangan mahabbah (kecintaan) kepadanya dan sibuk dengan perhiasannya.

28. Ingatlah bahwa kita sangat tidak kuat menghadapi cubaan dunia. Lantas apakah kita sanggup menghadapi panasnya jahannam?

29. Di antara akhlak wanita mukminah adalah menasihati sesama mukminah.

30. Jika kita melihat orang yang lebih besar dari kita, maka muliakanlah dia dan katakan kepadanya, “Anda telah mendahului saya di dalam Islam dan amal soleh maka dia jauh lebih baik di sisi Allah. Anda keluar ke dunia setelah saya, maka dia lebih baik sedikit dosanya dari saya dan dia lebih baik dari saya di sisi Allah.”
“Allah Maha Lembut kepada hamba-hambaNya, Dia memberi rezeki kepada sesiapa yang dikehendaki-Nya dan Dialah yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” As-Syura:19

 

“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah-lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah kurnia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” Al-Maidah:54

« Older entries
%d bloggers like this: