For my Ghani Dimas

Suatu cerita dinegeri dongeng

Tak seorang kurcaci pun yang nampak pagi itu, Putri hanya berdiri sambil melihat2 sekitarnya sembari mencari teman2 kurcacinya yang biasanya selalu ramai riang menggoda pagi. Yang nampak hamparan permadani hijau dengan warna kilap hijau khas kesejukannya dipagi hari, dan titik-titik embun yang melenggang aduhai diujung-ujung rerumputan liar. Bau tanah terserap menyengat tanda kesuburan dan kehidupan dari ranah yang terhampar luas. Sambil menarik nafas dalam-dalam Putri menikmati angin yang membelai wajahnya tanda sapaan alam. Sejenak ia dapat melupakan kepenatannya dan kemuramannya. Tak lama kemudian..

“Putri, aku membawakan sesuatu untukmu supaya dapat menghibur hatimu”. Celetuk popo dan pipi. Mereka menyembunyikan sesuatu dr balik punggung mereka sambil berlari kecil. ” oh ya.. Apa itu Popo?” Tanya Putri. “inia dia…” Jawab Popo dan Pipi bersamaan sambil membawakan hadiah untukku dan ternyata adalah ” Apel”. “Apel? Kalian membawakan sarapan untukku? Terima kasih teman- teman kurcaciku yang baik”. Jawabku dengan gembira, “Ya tapi apel itu bukan sekedar apel, apel itu kami harapkan dapat membawamu kepada Pangeran. Pangeran yang baik hati.” Jawab Pipi. ” Oooo..” Jawab Putri dengan heran sambil membawa apel itu. “Jadi kalian mengharapkan aku unt diracun dan tertidur beratus-ratus hari menunggu sang Pangeran? Berapa lama aku harus tertidur dan mendapatkan Pangeran yang tulus unt dapat membangunkanku? Dan sia-sialah waktuku”. Jawab Putri bersedih. Lalu Bimbo dan Bimbi tak lama datang kepada Putri, “Putri, kami sengaja mencuri sepatu kacamu dan kami tinggalkan disebuah kastil istana. Pangeran akan menemukan sepatu kacamu dan berkereta kuda akan menjemputmu..” Jelas Bimbi dengan penuh kegirangan. “Hummm.. Kalau kau meninggalkan sepatu kacaku didepan kastil apakah kau yakin Pangeran akan menemukanku dihutan yang begitu luasnya? Dia tidak akan bersusah- susah unt mencari pemilik sepatu itu karena ia dapat dengan mudah memilih Putri-putri dinegeri ini. Jadi tidak mungkin.” Jawab Putri. “yyaaahhhh… ” protes Bimbo dan Bimbi bersamaan tanda kecewa.

“Dan apakah kalian akan memintaku untuk memanjangkan rambutku sepanjang kastil istana itu untuk dapat seorang Pangeran memanjat rambutku dan bertemu denganku?”.. Tambah Putri. Dan Pipo, Pipi, Bimbo dan Bimbi masih tampak bingung sambil terus memutar otaknya. “Kita harus bisa merawat hutan ini, membuat berbuah ladang- ladang kita ini supaya bermanfaat dan berguna. Kita tanami bunga- bunga yang indah, ladang-ladang kita dengan buah-buah yang menyegarkan. Kita manfaatkan semua itu untuk dapat bermanfaat bagi orang banyak. Kita dapat membantu banyak desa2 sekitar. Dengan biji Ikhlas dan Sabar maka kita memperindah hutan kita.” “Ya dengan begitu hutan kita akan dikenal penjuru negeri karena manfaat dan kebaikannya.” Sela Bimbi, “Dan istanapun akan mendengar hal ini maka Pangeranpun akan datang mengunjungi hutan kita dan bertemu Putri” lanjut Pipo. “yyeeeyyyyy…” Sorak para kurcaci kegirangan.

“Tidak perlu seorang Pangeran yang begitu sempurna dari balik Kastil Istana. Seorang rakyat pun dapat menjadi Pangeran karena hatinya. Tampan karena santunnya. Maka mari kita mulai memperindah hutan kita, membuahkan hasil untuk dapat bermanfaat juga bagi semuanya. Aku yakin dia akan datang bukan hanya datang tetapi juga untuk membangun Kastil Istananya disini.” Jelas Putri dan tak lama para Kurcaci segera lompat kegirangan dan segera menanam bibit dan biji unt mempercantik kebun dan Ladang mereka.

#Mari mempercantik dan memperindah diri dengan manfaat kebaikan untuk semua. Menunggu tanpa usaha tiada hasil. Tetapi barangsiapa selalu berusaha memperbaiki diri Insha Allah banyak manfaat kebaikan yg bisa dihasilkan.

Writer: Phu-ree<3
Thinking of you on January 28th, 2015

View on Path

Payung

PAYUNGTak terasa hujan ini turun sudah hampir setengah hari dan tidak juga memberikan tanda-tanda akan berhenti. Bisik Lana sambil menengadah menatap arah langit dr balik jendela kantornya. Tok, tok, tok terdengar dari balik pintu kantornya seseorang mengetuk membuyarkan keluhan lamunannya tentang hujan. “Boleh aku masuk?” Tak lama seonggok wajah sudah masuk kedalam kantor Lana dan dengan tersenyum berjalan kearah Lana dan mendaratkan ciuman tepat dikening Lana “Hei kamu sayang ternyata. Jangan terlalu dekat nanti ketahuan orang kantor. Nggak enakkan atasan mereka terlibat kisah romantisme cinta lokasi” ujar Lana sambil sedikit mencubit perut Doni “hahahhaa…Biarkan saja mereka tahu dan itu satu keuntungan buat kita”, balas Doni.”Keuntungan apa? Didalam aturan Perusahaan tidak diperbolehkan menjalin hubungan, dan apabila ada maka salah satu harus keluar. Aku belum siap untuk hal itu, Don”. Jelas Lana. “Hummm percaya sama aku, sebelum kamu siap dan mengijinkan aku untuk mengumumkan hubungan kita, maka tidak akan ada seorang pun yang akan tahu” jelas Doni menenangkan gadisnya yang selalu mencemaskan segala sesuatu yang belum tentu terjadi. ” Janji?” Pinta Lana “Swear aku janji sayang”. Jelas Doni sambil mengelus rambut Lana yang sebahu hitam dan ikal.

“So mau pulang jam berapa?” Tanya Doni. “Aku berniat pulang agak sorean. Mau mampir swalayan membeli bahan untuk memasak malam ini. Mama akan datang ke apartemen dan ini adalah moment bagus untuk bisa mendapatkan resep baru Mama”. Jelas Lana dengan gembira. ” Ya dan sebagai calon nyonya Doni, dia harus pandai memasak supaya nanti bisa irit”. Goda Doni sambil menatap Lana yang tersipu malu. “Hujan agak mereda, aku balik dulu.” Pamit Lana.”Mau aku antar?” Sambung Doni menawarkan bantuan kepada kekasihnya semata wayang dan seabreg manjanya itu. “Gak usah, aku pengin jalan kaki saja. Lagipula swalayannya hanya beberapa blok dari sini dan aku ingin menikmati hujan” Lana bergegas bersiap2 sambil melihat jam yg saat itu tengah menunjukkan pukul 17.15. “Okelah kekasihku sayang, hati-hati dijalan. Sampaikan salam sama Mama ya…” Kata Doni sambil meraih tangan Lana dan mencium kening Lana sambil berkata “Aku sayang kamu”. “Sayang kamu juga” balas Lana lalu Lanapun segera menghilang dari pandangan Doni.

Hujan masih terasa walaupun sudah hanya sekedar gerimis tipis tapi cukupbisa membuat tubuh ramping itu basah kuyup. Sejenak dia melupakan segala pernak pernik urusan kantor yang complicated dan hubungannya dengan Doni, kekasihnya. Yang ia inginkan saat ini sebenarnya adalah sendiri dan menikmati hujan.

Entah mengapa ia selalu merasa hal yang paling setia dalam hidupnya adalah Payung dan Hujan. Ataukah karena mereka saling melengkapi satu sama lain disaat yang bersamaan? Dan hujan selalu membuat Lana tak pernah merasa seorang diri. Ia dapat merasakan diirnya bernyanyi dalam sedih dan gembira. Dibawah rintik hujan adalah tempatnya meluapkan perasaan hatinya yang terdalam sekalipun. Dan ia merasa dalam pelukan Alam yang sejuk.

Lana melintasi blok pertama. Sudah beberapa minggu ini pandangannya selalu tercuri oleh sesosok gadis yang selalu duduk seorang diri disebuah bangku kayu dibawah rindangnya pohon beringin. Gadis itu selalu menatap kearah yang sama, kearah seberang trotoar yang ditanami beberapa tanaman hias yang cukup indah bila dilihat pada musim hujan ini. Bunga-bunga tampak bermekaran dan berwarna-warni. Tapi mengapa wajah gadis itu sendu? Bukankah seharusnya terlihat takjub dan bahagia saat melihat bunga-bunga itu bermekaran? Pikir Lana. Sempat ia ingin menemani duduk gadis itu tapi lagi-lagi ada perasaan ragu dan lagipula “Aku tidak punya banyak waktu untuk hanya sekedar duduk-duduk dipinggir trotoar”, selalu batin Lana

sambil terus berjalan menuju kearahswalayan yang letaknya hanya tinggal satu blok saja.

**Prime memori

“HHuuummmm aroma masakan Mama selalu membangkitkan selera makan Lana, Mama koq bisa masak enak gini sih, Ma? Pengin deh Lana kayak Mama… Pantesan papa sayang banget sama Mama”, celetuk Lana memuji sambil menujukan hidungnya kearah masakan Mama yang masih sopan duduk diatas kompor elektrik Lana. “Mama belajar masak ya dari Nenek kamu, dulu Nenek kamu selalu minta ditemenin Mama saat memasak supaya Mama tahu dan akhirnya bisa memasak sendiri seperti sekarang ini. Dam imbasnya tentu ke Papa dan kamu.” Jelas Mama sambil terus mengaduk-aduk masakannya yang hamper siap untuk disajikan.

Menu malam ini adalah menu favorit Lana, tak urung Lana lalu menyantap masakan Mama tanpa basa-basi. Kelelahan seharian dikantor dan penatnya kehujanan dengan berjalan kaki melintas dua blok untuk belanja bahan-bahan masak malam ini disertai dukungan cuaca yang ektstrim membuat Lana “Kelaparan”. Mereka berdua tampak akrab dan saling melengkapi setelah kepergian Papa Lana beberapa bulan yang lalu. Lanamerasa kasihan dengan mamanya yang sudah terbiasa ditemani Papa dan kini harussendirian melanjutkan perjuangan hidup seorang diri tanpa Papa. Lana sering mengundang Mamanya untuk datang ke apartement nya walau itu hanya untuk sebuah aktifitas memasak ataupun hanya pada sesi curcol. Lana sangat mengagumi ceritacinta kedua orang tuanya itu. Penuh sarat pengorbanan dan kegigihan cinta dariseorang pria yang saat ini menjadi Papanya.

“Ma, Mama tidur disini ya malam ini.” Pinta Lana merajuk kepada Mamanya. “Kamu kenapa? Koq tumben minta ditemenin Mama? Biasanya kan kamu suka sendirian?”. Jawab Mama sambil mengelus rambut anak semata wayangnya. “Iya, Tapi…..” Lana menghentikan sejenak kata-katanya. “Mama gak kangen Papa?”.. Tanya Lana.. Mama terdiam sejenak. “eemmm maaf Ma, bukan maksud Lana membuat sedih Mama. Tapi Lana kangen sama Papa. Dekat Mama seakan kita berkumpul lagi bertiga. Ada Mama, Papa dan Lana”. Jelas Lana. Lana melihat wajah Mama memang sedih dengan sedikit tatapan sedih, tapi Mama adalah wanita yang kuat dan selalu bisa tersenyum dalam keadaan apapun. Inilah yang Lana paling sukai dari Mamanya. Ketegaran.

Krrriiiiiiiiiiinnnngggggg. Jam weker Lana berbunyi dengan sangat keras. Seperti biasa. Dia terbangun selalu terbangun sendiri dikala pagi hari menyapa. Mama selalu meninggalkan Lana pada saat Lana telah terlelap tidur. Mamanya sangat menghargai privasi Lana yang ingin hidup sendiri diapartmen. Kedewasaan putri semata wayangnya tsb tidak dapat menghalangi niatan Mamanya untuk melarang Lana hidup sendiri. Yang terpenting adalah mereka tetap bisa selalu berkomunikasi dan saling menyayangi.

Buru-buru Lana mempersiapkan diri kembali kekantor. Percakapannya dengan Mama dan kerinduannya kepada Papanya membuat Lana lupa untuk bercerita soal Doni, kekasihnya. Mama selalu takut untuk selalu bertanya masalah pribadi anak semata wayangnya itu. Karena pasti percuma, tidak membuahkan hasil dan hasilnya selalu Tidak Apa-Apa.

Rutinitas bekerja makin membuat Lana tidak bisa memikirkan hal yang lainnya. Terkecuali Doni. Ia sangat mencintai kekasihnya dan ia selalu berharap sosok yang ia cintai adalah serupa dengan Papa. Penuh pengorbanan, kegigihan dalam mempertahankan cinta dan dapat selalu bersama dalam keadaan apapun. Doni….

“Hai sayang, lagi ngapain kamu?” tak lama Lana sedang memikirkan kekasihnya itu, HP pun berdering “Halo sayang.Aku lagi mikirin kamu. Koq bisa nyambung ya… eh ngomong-ngomong kamu ada dimana sekarang?” Lana tau kebiasaan kekasihnya itu jika masih didalam kantor tidak mungkin menelepon Lana dengan panggilan “sayang”. Mereka sepakat menjalin hubungan sekitar satu tahun yang lalu. Love at the first sight…. Lucu sekali jika Lana harus mengenang masa-masa itu. Ditambah lagi peraturan perusahaan melarang sesama karyawan dalam satu perusahaan dilarang untuk menjalin hubungan. Maka merekapun bersepakat untuk merahasiakan hubungan mereka. Yang terpenting mereka masih dapat keep in touch dan bersikap professional saat jobdesc menuntut dan merekapun berhasil melewati itu hingga sekarang.

“Sayang… aku mau ketemu sama kamu”. Pinta Lana. “Lho kan kita udah ketemu tiap hari, masa lupa?”..goda Doni. “iihh kalo itu iya… ketemu rutinitas kerja dan Cuma bisa pandang kamu dari jauh. “. Manja Lana.. “Iiddiihhh tumben-tumbenan kamu gini.. hummm lagi kangen yaaaa..” Tambah Doni menggoda. “adduuhh yang sudah kalo kamu gak mau. Aku jalan sendiri aja.” Gerutu Lana sambil manyun dan dengan suara kesal manja. “hahahaa… Aku kenal kamu sayang. Aku tau kebiasaan kamu. Kamu cuek dan saat tertentu aku tau dimana kamu lagi kangen. Oke oke, hari ini aku ada kerjaan diluar kantor. Aku harus ketemu klien dan kemungkinan aku gak balik kantor. Kita ketemu dimana? Aku langsung ke TKP aja ya sayang”. Penjelasan Doni selalu bisa menghibur hati Lana. Hanya Doni saat ini yang bisa menuntaskan rasa kangennya pada Papa tercintanya. Lana selalu ingat saat ia sedih, manja selalupapanya menggoda dan mengelus rambut Lana, persis seperti yang Doni lakukanpadanya. Ia merasa Ia mendapatkan kasih sayang Papanya pada kekasihnya itu. Dan Lana sangat menyayanginya karena Doni juga sosok yang bertanggung jawab dan komitmen. Tidak selalu memaksakan kehendaknya dan yang terpenting bisa tahan terhadap kemanjaan Lana.

Lana tersenyum sendiri bahagia. Dan tiba-tiba ia teringat pada gadis yang selalu duduk ditrotoar yang selalu ia lihat saat berjalan pulang menuju keapartemennya. “Nanti aku tunggu dibangku dekat pohon beringin disamping trotoar itu ya sayang…” jawab Lana. “eengg kamu yakin mau disana? Ini hujan sayang, apa kamu nanti gak tambah kehujanan? Aku kuatir kamu sakit nanti.” Lanjut Doni. “Ah enggak koq, lagiankan kamu tau aku suka hujan2, nanti pasti hujannya cuma gerimis kecil seperti kemarin dan rimbunnya pohon beringin itu gak akan terlalu membuat basah.” Jelas Lana. “Oke deh kalo gitu. Nanti jam berapa?” jawab Doni menyerah. Bukan karena ia kalah tapi ia tahu sifat kekasihnya itu tidak bisa dibengkokkan jika sudah berkeinginan, apalagi keinginannya itu pada saat hujan. “Aku tunggu jam 18.00 ya sayang. Aku dari kantor keluar jam 17.45, Perjalanan jalan kaki kan Cuma 15 menit dari kantor ke sana. Cuma satu blok saja”. Jelas Lana bahagia “Baik sayang, I’ll be right there honey. Wait me ya sayang.” Tegas Doni. “I love you”. Jawab Lana dan terdengar nada penutup telepon.

Seperti biasa Lana menujukan pandangannya kearah jendela, bersandar dibalik kaca dengan tatapan mengarah kelangit. Mengagumi hujan. Dan dengan ketidaksabarannya untuk bertemu kekasihnya karena seharian inipun Lana tidak melihat Doni dikantor karena langsung bertemu klien. “Aku kangen kamu, Don.” Bisik lirih Lana dalam pandangannya masih mengarah pada gerimis hujan.

Sesuai prediksi, hujan mereda dan hanya gerimis kecil. Lana segera mengenakan mantel coat katundengan penutup kepala. Ia selalu lebih suka berjalan dibawah gerimis ketimbang memakai payung . Dan dia sudah membayangkan pasti Doni melihat dirinya berjalan telanjang dengan hanya mengenakan mantel coatnya dibawah rintik hujan pasti mengomel sembari membawa payung dengan berusaha membukanya supaya dapat segera ia lindungkan ketubuh Lana. Sambil tersenyum Lana membayangkan omelan dan kesibukan Doni bersama payung ia berjalan menuju ketempat pertemuan yang merekaj anjikan.

Entah mengapa jalanan trotoar itu senyap, hanya sesekali kendaraan dan sepeda melintasi. Toko pernak-perni k diseberang jalanpun tampak terang dengan sepi pengunjung. Lana terdiam berdiri sebentar disamping bangku yg selalu ia lewati itu dan sekarang ia berada disana. Tumben gadis itu tidak ada. Biasanya ia selalu ada disaat hujan seperti ini. Lana pikir sambil menunggu Doni kekasihnya, ia dapat berkomunikasi dengan gadis itu walau hanya untuk mengusir kebosanan menunggu. Lana menengok keseberang jalan, belum tampak mobil kekasihnya parkir. Dan Lana akhirnya memutuskan untuk duduk dibangku itu, sendiri. Sambil sesekali melihat jam ditangannya, Lana membuka novel favoritnya. Sambil sesekali melihat seberang jalan.

Tak lama kemudian ia melihat mobil Doni parkir diseberang jalan. Ia gembira akhirnya kekasihnya datang menemuinya. Masih terduduk menunggu Doni keluar dari mobil, tampak kaca mobil turun dan Doni melongok dari seberang, “Tunggu disitu, aku ambil payung dulu. Jangan menyeberang dulu. Tunggu aku.”. Lana hanya mendengar perintah Doni dan menunggu di bangku itu. Dengan bergegas Doni mengambil payung dari jok belakang mobil dan bergegas membuka payung sambil sibuk membuka payung dan mulai berjalan menyeberang menuju Lana yang masih duduk dibangku. Hanya sekitar satu detik saja ia mendengar bunyi klakson mobil berbunyi sambil memberi lampu sign kearah jalan tempat Doni menyeberang seakan memberi tanda. Mobil itu berkecepatan cepat melaju pada jalanan yang senyap itu tak sempat mengerem dan…Bruuuuaaaaakkkkkkkk

**Senyap…

Tubuh Lana seakan tak berdaya saat bersimpuh dibatu nisan kekasihnya. Air matanya tak terbendung.

Doni…

Seandainya aku tidak memintamu menemuiku dibangku itu.. Pasti saat ini kamu masih memeluk aku.

Seandainya aku dapat saja menekan rasa rinduku pada Papa untuk berjumpa denganmu… pasti saat ini kamu duduk disamping aku dan menggoda aku. Kamu gak pernah mau meninggalkan aku seorang diri. Kamu selalu ada saat aku butuh kamu… Tapi sekarang?

Lana terdiam duduk dibangku trotoar dibawah pohon beringin itu… sendiri… Masih ditemani rintik gerimis yang selalu setia… dan tampak payung yang Lana genggam selalu setiap duduk dibangku itu. Tanpa sadar setiap pulang kantor iapun duduk dibangku itu, sendiri…

Meratap sendu dan merenung kearah seberang trotoar. Bukan, bukan melihat indahnya mekarnya bunga-bunga dipingir trotoar itu, Bukan juga menikmati gerimis hujan dengan segala kemerduannya… dengan sadar ia teringat pada gadis yang selalu dudukdibangku itu sebelumnya. Kemanakah gadis itu? Mengapa ia tak pernah sekalipun lagi melihatnya? Siapa gadis itu sebenarnya… Apakah gadis itu adalah Lana sendiri?? Ya… ia tersadar ia melihat dirinya sendiri dibangku itu sebelum-sebelumnya. Tidak pernah ada gadis yang duduk yang ia temui saat mellintas ditrotoar itu… Melainkan ia adalah gadis yang selalu duduk dibangku itu sendiri. Meratapi kehilangan Doni kekasihnya….

Ia tak pernah percaya bahwa gadis payung itu adalah dia.

Heerlijk Gelato, January 18th, 2015

Writer and posting by: Phu-Ree

Cerita tentang kebahagiaan

Dikisahkan, ada seorang anak muda yang merasa dirinya tidak bahagia.
Setiap hari, dari jendela kamarnya dia melihat taman dan pemandangan alam yang sangat indah, orang berlalu lalang, kanak-kanak bermain dengan gembira.
Tetapi fenomena itu tidak membuat hatinya bahagia. Justeru dia tidak mengerti, mengapa orang-orang di luar sana mampu ketawa bersama atau setidaknya menunjukkan wajah yang gembira.
Kerana melihat keadaan di sekitarnya, hatinya yang hambar, terusik pada pertanyaan, “Apa rahsia bahagia?”
Demi mendapatkan jawapan tersebut, si pemuda memutuskan keluar dari kamarnya dan mula bertanya kepada siapa saja yang mungkin mampu memberi jawapannya.
“Maaf pakcik, saya mahu bertanya, dari mana bahagia itu?” tanyanya kepada seorang pakcik yang tampak gembira melihat kanak-kanak yang sedang berlari.
“Bahagia? Dari mana datangnya? Lihat kanak-kanak itu,” jawab s pakcik dengan santai. Si pemuda memerhatinya dan tidak mengerti mengapa melihat kanak-kanak itu adalah kebahagiaan.
Dia pun berjalan terus dan berusaha bertanya beberapa orang lain tetapi tetap tidak memperoleh jawapannya, apa dan bagaimana bahagia itu. Hingga tibalah dia di depan rumah seorang petani yang sedang beristirehat sambil meniup seruling dengan nikmatnya.
Si pemuda menunggu sampai lagunya selesai dan mengajukan pertanyaan yang sama. “Masuklah ke sini,” si petani mempersilakan si pemuda dengan ramah.
“Pakcik sedang membuat seruling baru. Lihatlah! Begini caranya.” Tangannya pun sibuk memperagakan memilih buluh, mengusap dan membersihkan bulu-bulu halusnya dengan cermat.
“Setelah bersih, ratakan dan kemudian lubangkan.”
“Pakcik, saya ke sini bukan belajar membuat suling dan apa hubungannya semua ini dengan kebahagiaan?” tanya si pemuda dengan kesal.
“Anak muda, jangan marah dulu. Perhatikan dulu apa yang hendak pakcik jelaskan. Buluh sekecil ini mampu mendatangkan nada yang indah, rahsianya ada di lubang-lubang kecil ini.
Nah, sama dengan kebahagiaan yang kamu tanyakan. Buatlah lubang dan biarkan dia terbuka di dalam hatimu. Kerana tanpa kamu pernah membuka hati, sama halnya kamu tidak pernah memberi kesempatan pada hatimu sendiri dan selamanya kamu tidak akan mengenal, apa itu bahagia. Mudah kan? Apakah kau mengerti?”
“Ya, saya mengerti. Terima kasih.”

Tuhan….

Tuhan, ini aku ..
Aku datang dengan segenap bebanku ..
Dengan segenap kelelahanku ..
Dengan segala himpitan di dalam hidupku ..

Tuhan aku lelah ..
Perbolehkan aku bersandar kepadaMu ..
Karena Engkaulah sumber penghiburanku ..
Engkaulah yang mengerti perasaanku saat ini ..
Peluklah aku Tuhan .. Curahkanlah KasihMu padaku ..
Agar jiwaku menjadi segar .. Dan kukuat untuk terus melangkah bersamaMu ..

Terima kasih Tuhan, atas cintaMu yang indah ini ..

Remourse

Jejak-jejak itu semakin tersamar. Tersamar oleh banyaknya bayangan. Haruskah kutetap bersajak manis oleh indahnya selaput mimpi yang terlahir dari rekayasa kehidupan?

Tidak… Sekali lagi tidak! Tak ada yang dapat bersajak manis dari kelamnya kelambu jiwa, memberantas segala asa dan perpaduan dari jengahnya mata dan hati…

# Sebait dari kisah “CINTA IDIOT.
By. Cin-Tya

Kelelahan Hati

Saat bibir tak dapat berucap
Saat mata lelah untuk menatap dunia
Saat tangan tak berdaya lagi untuk memberi dan menerima
Saat kaki tak dapat lagi untuk melangkah walau sejengkal pun

Disaat itulah…
Bibir hanya dapat mengucap Astaghfirullah
Mata hanya dapat berbicara melalui uraian air mata
Tangan hanya bisa merapat dan menggenggam
Kaki hanya bisa bersimpuh dan bersujud

Bersujud kehadirat ALLAH SWT
Memohon ampunan dan Ridho-Nya
Karna tanpa NYA…
Hampalah jiwa ini
Sunyinya hati ini
Nistanya diri ini

Ya ALLAH…
Mohon sellau bimbingan dan Ridho-MU
Dalam setiap langkahku…
Jangan kau tinggalkan
Karna diri ini tak sanggup melangkah sendiri tanpa-MU
Ya ALLAH…

Posted: Phu-Ree
April, 3rd, 2013

.. 5 TINGKATAN MANUSIA DALAM SHALAT ..

Bismillahir-Rah­maanir-Rahim …

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah mengatakan bahwa ada lima tingkatan manusia di dalam shalat:

1. Tingkatan orang yang zhalim kepada dirinya dan teledor. yaitu, orang yang kurang sempurna dalam wudhunya, waktu shalatnya, batas-batasnya dan rukun-rukunnya.

2. Orang yang bisa menjaga waktu-waktunya,­ batas-batasnya,­ rukun-rukunnya yang sifatnya lahiriyah, dan juga wudhunya, tetapi tidak berupaya keras untuk menghilangkan bisikan jahat dari dalam dirinya. Maka dia pun terbang bersama bisikan jahat dan pikirannya.

3. Orang yang bisa menjaga batas-batasnya dan rukun-rukunnya.­ Ia berupaya keras untuk mengusir bisikan jahat dan pikiran lain dari dalam dirinya, sehingga dia terus-menerus sibuk berjuang melawan musuhnya agar jangan sampai berhasil mencuri shalatnya. Maka, dia sedang berada di dalam shalat, sekaligus jihad.

4. Orang yang melaksanakan shalat dengan menyempurnakan hak-haknya, rukun-rukunnya,­ dan batas-batasnya.­ Hatinya larut dalam upaya memelihara batas-batas dan hak-haknya, agar dia tidak menyia-nyiakan sedikitpun darinya.

Bahkan seluruh perhatiannya tercurah untuk melaksanakannya­ sebagaimana mestinya, dengan cara yang sesempurna dan selengkap mungkin. Jadi, hatinya dirasuki oleh urusan shalat dan penyembahan kepada Tuhan di dalamnya.

5. Orang yang melaksanakan shalat dengan sempurna. Dia mengambil hatinya dan meletakkannya di hadapan Tuhan. Dia memandang dan memperhatikanNy­a dengan hatinya yang dipenuhi rasa cinta dan hormat kepadaNya. Dia melihatNya dan menyaksikanNya secara langsung.

Bisikan dan pikiran jahat tersebut telah melemah. Hijab antara dia dengan Tuhannya telah diangkat. Jarak antara shalat semacam ini dengan shalat yang lainnya lebih tinggi dan lebih besar daripada jarak antara langit dan bumi. Di dalam shalatnya, dia sibuk dengan Tuhannya. Dia merasa tenteram lewat shalat.

Kelompok pertama akan disiksa ..
Kelompok kedua akan diperhitungkan amalnya …
Kelompok ketiga akan dihapus dosanya ….
Kelompok keempat akan diberi balasan pahala …

Dan kelompok kelima akan mendapat tempat yang dekat dengan Tuhannya, .. karena dia menjadi bagian dari orang yang ketenteraman hatinya ada di dalam shalat.

Barangsiapa yang tenteram hatinya dengan shalat di dunia, maka hatinya akan tenteram dengan kedekatannya kepada Tuhan di akhirat dan akan tenteram pula hatinya di dunia.

Barangsiapa yang hatinya merasa tenteram dengan Allah ta’ala, maka semua orang akan merasa tenteram dengannya.

Dan barangsiapa yang hatinya tidak bisa merasa tenteram dengan Allah ta’ala , maka jiwanya akan terpotong-poton­g karena penyesalan terhadap dunia.

(Al-Wabil Ath-Thayyib, Ibnul Qayyim Al-Jauziyah, hal 25-29)

… Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci …

# Sumber: Buku “Air Mata Penjara Wanita”, hal.124-126, Penerbit Elba

Posted from Phu-Ree <3<3

~ 8 Pintu Setan dalam Menyesatkan Manusia ~

Hati adalah ibarat sebuah benteng. Setan sebagai musuh kita selalu ingin memasuki benteng tersebut. Setan senantiasa ingin memiliki dan menguasai benteng itu. Oleh karena itu perlu mengetahui Pintu-pintu
Cara setan untuk masuk.

Pintu pertama:

Ini adalah pintu terbesar yang akan dimasuki setan yaitu HASAD (dengki) dan tamak. Jika seseorang begitu tamak pada sesuatu, ketamakan tersebut akan membutakan, membuat tuli dan menggelapkan cahaya kebenaran, sehingga orang seperti ini tidak lagi mengenal jalan masuknya setan. Begitu pula jika seseorang memiliki sifat hasad, setan akan menghias-hiasi sesuatu seolah-olah menjadi baik sehingga disukai oleh syahwat padahal hal tersebut adalah sesuatu yang mungkar.

Pintu kedua:

Ini juga adalah pintu terbesar yaitu MARAH. Ketahuilah, marah dapat merusak akal. Jika akal lemah, pada saat ini tentara setan akan melakukan serangan dan mereka akan menertawakan manusia. Jika kondisi kita seperti ini, minta perlindunganlah­ pada Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إذا غضب الرجل فقال : أعوذ بالله سكن غضبه

“Jika seseorang marah, lalu dia mengatakan: a’udzu billah (aku berlindung pada Allah), maka akan redamlah marahnya.” (As Silsilah Ash Shohihah no. 1376)

Pintu ketiga:

Yaitu sangat suka menghias-hiasi tempat tinggal, pakaian dan segala perabot yang ada. Orang seperti ini sungguh akan sangat merugi karena umurnya hanya dihabiskan untuk tujuan ini.

Pintu keempat:

Yaitu kenyang karena telah menyantap banyak makanan. Keadaan seperti ini akan menguatkan syahwat dan melemahkan untuk melakukan ketaatan pada Allah. Kerugian lainnya akan dia dapatkan di akhirat sebagaimana dalam hadits:

فَإِنَّ أَكْثَرَهُمْ شِبَعًا فِى الدُّنْيَا أَطْوَلُهُمْ جُوعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Sesungguhnya orang yang lebih sering kenyang di dunia, dialah yang akan sering lapar di hari kiamat nanti.” (HR. Tirmidzi. Dalam As Silsilah Ash Shohihah)

Pintu kelima:

Yaitu tamak pada orang lain. Jika seseorang memiliki sifat seperti ini, maka dia akan berlebih-lebiha­n memuji orang tersebut padahal orang itu tidak memiliki sifat seperti yang ada pada pujiannya. Akhirnya, dia akan mencari muka di hadapannya, tidak mau memerintahkan orang yang disanjung tadi pada kebajikan dan tidak mau melarangnya dari kemungkaran.

Pintu keenam:

Yaitu sifat selalu tergesa-gesa dan tidak mau bersabar untuk perlahan-lahan.­ Padahal terdapat sebuah hadits dari Anas, di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

التَّأَنيِّ مِنَ اللهِ وَ العُجْلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ

“Sifat perlahan-lahan (sabar) berasal dari Allah. Sedangkan sifat ingin tergesa-gesa itu berasal dari setan.” (Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Ya’la dalam musnadnya dan Baihaqi dalam Sunanul Qubro)

Pintu ketujuh:

Yaitu cinta harta. Sifat seperti ini akan membuat berusaha mencari harta bagaimana pun caranya. Sifat ini akan membuat seseorang menjadi bakhil (kikir), takut miskin dan tidak mau melakukan kewajiban yang berkaitan dengan harta.

Pintu kedelapan:

Yaitu selalu berburuk sangka terhadap muslim lainnya. Jika seseorang selalu berburuk sangka (bersu’uzhon) pada muslim lainnya, pasti dia akan selalu merendahkannya dan selalu merasa lebih baik darinya. Seharusnya seorang mukmin selalu mencari udzur dari saudaranya. Berbeda dengan orang munafik yang selalu mencari-cari ‘aib orang lain.

Semoga kita dapat mengetahui pintu-pintu ini dan semoga kita diberi taufik oleh Allah untuk menjauhinya. Aamiin…

Wallahu A’lam Bishawab …

ALLAH Maha Lembut

 

 

Cara Melembutkan Hati

 

Hadis riwayat Aisyah ra. isteri Nabi saw.:

Rasulullah saw. bersabda: “Wahai Aisyah! Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut yang menyukai kelembutan. Allah akan memberikan kepada orang yang bersikap lembut sesuatu yang tidak diberikan kepada orang yang bersikap keras dan kepada yang lainnya”.

Kita tidak lalai akan doa yang satu ini : “Ya Zat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah diriku dalam Agama-Mu dan dalam Ketaatan kepada-Mu”.
Begitulah, menjaga hati untuk sentiasa istiqomah berada di jalan Allah, senantiasa bersih dari segala kotoran dan lembut dari segala kekerasan (hati), tidaklah mudah. Kesibukan dan rutin kita yang memerah tenaga dan fikiran, serta interaksi yang terus menerus dengan masalah duniawi, jika tidak diimbangi dengan “makanan-makanan” hati, terkadang membuat hati menjadi keras, kering, lalu mati. Padahal sebagai seorang mukmin, dalam melihat pelbagai persoalan kehidupan, haruslah dengan mata hati yang jernih.

Untuk itu, beberapa nasihat berikut patut kita renungi bersama dalam usaha kita untuk melembutkan hati. Kita hendaklah senantiasa:

1. Takut akan datangnya maut secara tiba-tiba sebelum kita sempat bertaubat.

2. Takut tidak menunaikan hak-hak Allah secara sempurna. Sesungguhnya hak-hak Allah itu pasti diminta pertanggungjawabannya.

3. Takut tergelincir dari jalan yang lurus, dan berjalan di atas jalan kemaksiatan dan jalan syaitan.

4. Takut memandang remeh atas banyaknya nikmat Allah pada diri kita.

5. Takut akan balasan seksa yang segera di dunia, kerana maksiat yang kita lakukan.

6. Takut mengakhiri hidup dengan su’ul khatimah.

7. Takut menghadapi sakaratul maut dan sakitnya sakaratul maut.

8. Takut menghadapi pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir di dalam kubur.

9. Takut akan azab di alam kubur.

10. Takut menghadapi pertanyaan hari kiamat atas dosa besar dan dosa kecil yang kita lakukan.

11. Takut melalui titian yang tajam. Sesungguhnya titian itu lebih halus daripada rambut dan lebih tajam dari pedang.

12. Takut dijauhkan dari memandang wajah Allah.

13. Perlu mengetahui tentang dosa dan aib kita.

14. Takut terhadap nikmat Allah yang kita rasa siang dan malam sedang kita tidak bersyukur.

15. Takut tidak diterima amalan-amalan kita.

16. Takut bahwa Allah tidak akan menolong dan membiarkan kita sendiri.

17. Kekhuatiran kita menjadi orang yang tersingkap aibnya pada hari kematian dan pada hari timbangan ditegakkan.

18. Hendaknya kita mengembalikan urusan diri kita, anak-anak, keluarga dan harta kepada Allah SWT. Dan jangan kita bersandar dalam memperbaiki urusan ini kecuali pada Allah.

19. Sembunyikanlah amal-amal kita dari riya’ ke dalam hati, kerana terkadang riya’ itu memasuki hati kita, sedang kita tidak merasakannya. Hasan Al Basri rahimahullah pernah berkata kepada dirinya sendiri. “Berbicaralah engkau wahai diri. Dengan ucapan orang soleh, yang qanaah lagi ahli ibadah. Dan engkau melaksanakan amal orang fasik dan riya’. Demi Allah, ini bukan sifat orang mukhlis”.

20. Jika kita ingin sampai pada darjat ikhlas maka hendaknya akhlak kita seperti akhlak seorang bayi yang tidak peduli orang yang memujinya atau membencinya.

21. Hendaknya kita memiliki sifat cemburu ketika larangan-larangan Allah diremehkan.

22. Ketahuilah bahwa amal soleh dengan keistiqomahan jauh lebih disukai Allah daripada amal soleh yang banyak tetapi tidak istiqomah dengan tetap melakukan dosa.

23. Ingatlah setiap kali kita sakit bahawa kita telah istirahat dari dunia dan akan menuju akhirat dan akan menemui Allah dengan amalan yang buruk.

24. Hendaknya ketakutan pada Allah menjadi jalan kita menuju Allah selama kita sihat.

25. Setiap kali kita mendengar kematian seseorang maka perbanyaklah mengambil pelajaran dan nasihat. Dan jika kita menyaksikan jenazah maka bayangkanlah jika kita yang sedang diusung.

26. Hati-hatilah menjadi orang yang mengatakan bahwa Allah menjamin rezeki kita sedang hatinya tidak tenteram kecuali sesuatu yang ia kumpul-kumpulkan. Dan menyatakan sesungguhnya akhirat itu lebih baik dari dunia, sedang kita tetap mengumpul-ngumpulkan harta dan tidak menginfakkannya sedikit pun, dan mengatakan bahwa kita pasti mati padahal tidak pernah ingat akan mati.

27. Lihatlah dunia dengan pandangan iktibar (pelajaran) bukan dengan pandangan mahabbah (kecintaan) kepadanya dan sibuk dengan perhiasannya.

28. Ingatlah bahwa kita sangat tidak kuat menghadapi cubaan dunia. Lantas apakah kita sanggup menghadapi panasnya jahannam?

29. Di antara akhlak wanita mukminah adalah menasihati sesama mukminah.

30. Jika kita melihat orang yang lebih besar dari kita, maka muliakanlah dia dan katakan kepadanya, “Anda telah mendahului saya di dalam Islam dan amal soleh maka dia jauh lebih baik di sisi Allah. Anda keluar ke dunia setelah saya, maka dia lebih baik sedikit dosanya dari saya dan dia lebih baik dari saya di sisi Allah.”
“Allah Maha Lembut kepada hamba-hambaNya, Dia memberi rezeki kepada sesiapa yang dikehendaki-Nya dan Dialah yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” As-Syura:19

 

“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah-lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah kurnia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” Al-Maidah:54

Al-Qur’an adalah Pengharum Abadi

Pernahkah anda mendengar atau membaca sebuah kisah tentang kuburan Abdullah bin ghalib yang berbau wangi???jika diantara anda sudah ada yang pernah mendengar atau membaca maka disini saya hanya ingin mengingatkan kembali tentang kisah tersebut. Seandainya diantara anda masih ada yang belum pernah sama sekali mendengar atau membaca kisah ini maka disini saya akan menuliskan kembali kisah tersebut sebagai suatu pengetahuan yang bisa dipetik hikmah dan pesannya untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai seorang yang beriman dan bertakwa.Mungkin diantara anda ada yang pernah mengenal nama “Abdullah bin Ghalib” atau diantara anda masih merasa asing mendengar nama tersebut. Tahukah anda bahwa Abdullah bin Ghalib adalah salah satu dari hamba Allah SWT yang diberi anugerah, yaitu banyak membaca Al-Qur’an dan berpuasa. Dengan banyak membaca Al-Qur’an dan berpuasa, ternyata ketika beliau meninggal dunia pada tahun 152 H dan dikuburkan, menyeruaklah dari kuburannya harum minyak wangi kesturi.Suatu hari salah satu sahabat beliau bermimpi bertemu dengan beliau dan bertanya, “Wahai Abdullah, apa yang engkau lakukan?”“Aku melakukan yang terbaik, “ jawab beliau.“Kemana engkau pergi?” Tanya sahabat beliau.

“Ke surga,” jawab beliau.

“Dengan apa engkau bisa masuk surga?” Tanya sahabat beliau lagi.

“Dengan keyakinan yang amat baik, terus-menerus bertahajud, banyak berpuasa sunnah, dan menjauhi apa yang diharamkan,” jawab beliau.

“Harum wangi apa yang terdapat dalam kuburanmu?” Tanya sahabat beliau.

“Itu adalah wanginya bacaan Al-Qur’an dan banyaknya puasa sunnah,” jawab beliau.

“Wasiatkanlah kami, wahai Abdullah,”

“Berbuatlah yang terbaik buat dirimu. Janganlah berlalu siang dan malam dengan sia-sia,” pesan beliau.

Dari kisah tersebut, dapat kita ambil sebuah pelajaran yang sangat berharga untuk kehidupan kita dunia-akhirat terutama untuk kehidupan akhirat kelak.

  1. Kunci utama untuk membuka pintu surga sehingga kita bisa masuk kedalamnya adalah dengan kita memiliki keyakinan yang amat baik, sholat tahajud secara terus-menerus, melakukan banyak berpuasa sunnah dan selalu menjauhi apa yang diharamkan oleh Allah SWT. Semua itu merupakan kunci untuk masuk kedalam surga-Nya.
  2. Jika kita ingin tempat tinggal kita yang abadi (kuburan) selalu berbau wangi maka banyak-banyaklah membaca Al-Qur’an kapanpun dan dimanapun. Selain itu, banyaklah berpuasa sunnah.

Untuk itu, selagi kita masih diberi kesempatan untuk berbuat yang terbaik dalam kehidupan kita. Maka berbuatlah yang terbaik untuk dirimu sendiri, janganlah berlalu siang dan malam dengan sia-sia agar selamat di dunia dan akhirat sehingga kita dapat memasuki surga yang telah Allah SWT janjikan bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa.

5 July 2012

« Older entries
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,873 other followers

%d bloggers like this: